Banyak orang mencari aspal cair untuk waterproofing karena material berwarna hitam ini sudah lama digunakan untuk membantu mengatasi masalah dak beton bocor dan rembes.
Namun ada satu hal yang sering membuat konsumen bingung:
Apakah aspal cair dan aspal emulsi itu sama?
Jawabannya, istilah aspal cair di pasaran dapat digunakan untuk menyebut berbagai produk berbahan dasar aspal. Padahal karakter, komposisi, proses pengeringan, daya rekat, hingga penggunaannya dapat berbeda.
Salah satu jenis material yang digunakan Subur Jaya Aspal dalam pekerjaan waterproofing adalah Asphalt Emulsion atau aspal emulsi.
Apa Itu Aspal Cair?
Aspal cair merupakan istilah yang sangat umum digunakan masyarakat untuk menyebut material aspal dalam kondisi cair atau cukup encer sehingga dapat diaplikasikan pada suatu permukaan.
Masalahnya, produk yang dipasarkan dengan nama “aspal cair” tidak selalu mempunyai karakter yang sama.
Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, kami pernah menemukan lapisan aspal cair yang masih terasa lengket dan belum mengering dengan baik setelah diaplikasikan.
Kami juga pernah menerima pekerjaan perbaikan pada area yang sebelumnya telah menggunakan material aspal cair tetapi kemudian membutuhkan penanganan kembali.
Karena itu, memilih material waterproofing sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna hitam, harga murah, atau sama-sama disebut aspal cair.
Apa Itu Aspal Emulsi atau Asphalt Emulsion?
Aspal emulsi (Asphalt Emulsion) merupakan sistem dispersi aspal di dalam air dengan bantuan bahan pengemulsi.
Karakter berbasis emulsi air inilah yang membedakannya dari beberapa jenis material aspal cair lainnya.
Dalam pekerjaan waterproofing, Asphalt Emulsion dapat diaplikasikan pada bidang seperti dak beton dengan metode yang disesuaikan terhadap kondisi permukaan dan kebutuhan pekerjaan.
Setelah air pada emulsi menguap dan proses pembentukan lapisan berlangsung, material akan membentuk lapisan aspal pada permukaan.
Namun hasil akhirnya tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi bidang, cuaca, ketebalan aplikasi, persiapan permukaan, serta metode pengerjaan.
Apa Perbedaan Aspal Cair dan Aspal Emulsi?
Perbedaan yang paling penting sebenarnya bukan sekadar melihat apakah material tersebut berwarna hitam atau cair.
Yang harus diperhatikan adalah jenis material dan sistem yang digunakan.
Secara sederhana:
| Aspal Cair | Aspal Emulsi / Asphalt Emulsion |
|---|---|
| Istilah yang sangat umum di pasaran | Merujuk pada sistem emulsi aspal |
| Karakter dapat berbeda antarproduk | Aspal didispersikan dalam fase air |
| Waktu pengeringan tergantung jenis dan formulasi | Pengeringan berkaitan dengan pelepasan/penguapan air dan pembentukan lapisan |
| Tidak bisa dinilai hanya dari warna | Tetap perlu melihat spesifikasi dan cara aplikasinya |
| Tidak semua produk mempunyai karakter yang sama | Penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi bidang |
Jadi pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:
“Ini aspal cair atau bukan?”
Tetapi:
“Aspal cair jenis apa yang digunakan?”
Kenapa Ada Aspal Cair yang Lama Kering?
Selain proses pengeringan, ada beberapa kelemahan aspal cair yang perlu diketahui sebelum material digunakan untuk waterproofing.
Ini salah satu kondisi yang pernah kami temukan sendiri.
Material sudah diaplikasikan pada permukaan, tetapi lapisannya tetap lengket dan membutuhkan waktu sangat lama untuk mencapai kondisi yang diharapkan.
Sebaliknya, Asphalt Emulsion yang biasa kami gunakan pada kondisi aplikasi yang sesuai dapat mengalami proses pengeringan jauh lebih cepat.
Namun perlu diperhatikan bahwa waktu pengeringan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan nama material.
Cuaca, kelembapan, ketebalan lapisan, kondisi permukaan dan metode aplikasi semuanya dapat memengaruhi proses tersebut.
Itulah sebabnya pengalaman aplikasi di lapangan menjadi penting.
Daya Rekat Juga Perlu Diperhatikan
Perbedaan karakter material juga dapat terlihat ketika diaplikasikan pada jenis bidang yang berbeda.
Dalam pengalaman pekerjaan kami, Asphalt Emulsion yang digunakan dapat diaplikasikan pada sejumlah permukaan sesuai kebutuhan pekerjaan, termasuk pada bagian tertentu yang berhubungan dengan beton maupun material lainnya.
Tetapi hal ini bukan berarti setiap permukaan dapat langsung dilapisi tanpa persiapan.
Permukaan yang kotor, berdebu, berminyak, rapuh atau masih menyimpan masalah struktural dapat memengaruhi daya rekat material waterproofing.
Karena itu, persiapan bidang sama pentingnya dengan pemilihan material.
Apakah Aspal Emulsi Bagus untuk Dak Beton Bocor?
Aspal emulsi dapat digunakan sebagai salah satu material waterproofing dak beton, tetapi material saja tidak otomatis menyelesaikan setiap masalah kebocoran.
Sebelum aplikasi perlu diketahui terlebih dahulu kondisi dak.
Apakah terdapat retakan?
Apakah air menggenang?
Apakah lapisan lama masih melekat?
Apakah permukaan beton rapuh?
Atau justru sumber kebocoran berasal dari detail konstruksi tertentu?
Karena itu pada pekerjaan profesional, waterproofing dak beton atau jasa waterproofing dak beton diagnosis kondisi bidang dilakukan sebelum menentukan metode aplikasi.
Material bagus dengan metode pengerjaan yang salah tetap dapat menghasilkan pekerjaan yang tidak maksimal.
Jangan Memilih Aspal Cair Hanya Karena Harga
Perbedaan harga antarproduk aspal cair di pasaran memang bisa cukup jauh.
Tetapi harga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar memilih material waterproofing.
Produk murah yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan bidang dapat menimbulkan pekerjaan tambahan apabila lapisan harus diperbaiki atau dikerjakan ulang.
Untuk konsumen, pertimbangkan setidaknya:
- jenis material yang digunakan;
- karakter pengeringannya;
- kesesuaian dengan bidang;
- persiapan permukaan;
- metode aplikasi; dan
- pengalaman aplikator.
Tujuannya bukan mencari material yang sekadar paling murah atau paling mahal, tetapi mencari sistem waterproofing yang sesuai dengan masalah bangunan.
Lihat Perbedaannya dalam Video
Pada video berikut kami menunjukkan dokumentasi lapangan dan menjelaskan perbedaan aspal cair dan aspal emulsi berdasarkan kondisi yang pernah kami temukan dalam pekerjaan.
Video tersebut merupakan bagian dari dokumentasi dan edukasi Subur Jaya Aspal mengenai penggunaan material aspal untuk waterproofing.
Kesimpulan
Aspal cair dan aspal emulsi tidak sebaiknya dinilai hanya berdasarkan tampilannya.
Istilah aspal cair sangat luas, sementara Asphalt Emulsion merujuk pada sistem emulsi aspal yang menggunakan fase air.
Untuk pekerjaan waterproofing, perbedaan jenis material dapat memengaruhi karakter aplikasi dan proses pembentukan lapisan.
Namun keberhasilan waterproofing bukan hanya ditentukan oleh material.
Kondisi bidang, persiapan permukaan dan metode pengerjaan juga menentukan hasil akhirnya.
Jika dak beton sudah mengalami bocor atau rembes, sebaiknya penyebab masalah diperiksa terlebih dahulu sebelum menentukan metode waterproofing yang akan digunakan.
Subur Jaya Aspal
Solusi Terakhir Atasi Rembes dan Bocor
